Hari Anti Narkotika Internasional, Batola Deklarasi Anti Narkoba di Wilayah Pesisir dan Perbatasan

“BNN sebagai leading sector dalam penanganan masalah narkotika mengajak seluruh komponen bangsa untuk turut serta dalam penanggulangan tersebut dengan Empat strategi komprehensif yang meliputi soft power approach, hard power approach, smart power approach, dan cooperation. Baik lingkup domestik, nasional, maupun internasional diharapkan secara efektif mengurangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dari berbagai aspek,” sebut Wisnu Andayana.

Wisnu Andayana menyoroti letak geografis Indonesia yang strategis dan sebagai negara kepulauan memiliki wilayah pesisir dan perbatasan yang rentan dan rawan menjadi jalur masuknya peredaran gelap narkoba. Hal ini menjadikan wilayah-wilayah tersebut ujarnya sebagai jalur masuk yang potensial bagi para bandar Narkoba.

“Maka diperlukan ketahanan yang kuat dari masyarakat di wilayah-wilayah pesisir pantai, penyangga kota, hingga yang berbatasan langsung dengan negara lain,” pungkasnya.

Selanjutnya, ia menerangkan BNN menjadikan wilayah pesisir dan perbatasan di Indonesia sebagai garda terdepan yang memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

“BNN mengajak masyarakat khususnya di pesisir dan perbatasan untuk menyatakan dukungan dalam upaya P4GN pada kegiatan ini, Semuanya menjadi fakta hukum bahwa daerah kita provinsi Kalimantan Selatan rawan terhadap kejahatan Narkoba,” tutupnya. (ben/diskominfo)

Baca Juga : Pj Bupati Barito Kuala Dorong Transformasi Digital

Editor : Hasby