Projo Sindir Keras PDIP: Main Taktik Usang ‘Serang Jokowi’ Demi Menangkan Pilkada Serentak?

Lebih lanjut, Panel mengatakan pernyataan Utut sebenarnya menggambarkan gejala merata di kalangan elite PDIP, yakni sikap baperan berkelanjutan. Hal ini tidak terlepas dari kekalahan PDIP di Pilpres 2024 dan penurunan perolehan suara di Pileg 2024.

“Kami melihat ada gejala yang merata di elite PDIP, ada sikap baperan yang berkelanjutan. Ada gejala di elite PDIP sikap baperan berkelanjutan. Kenapa baperan berkelanjutan? Ini ekses dari sekali lagi kalah pilpres dan pileg turun angkanya. Kenapa itu terjadi? Karena ada perubahan relasi antara Jokowi dengan PDIP sebelum pemilu,” pungkas Panel.

Baca juga: Siap Huni, Pemerintah Serahkan Kunci Huntap Pada Korban Tsunami Sulteng

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR menyinggung jika Presiden Jokowi juga lebih mendengar relawan Pro Jokowi hingga Bara JP dibanding Wantannas dan Lemhannas. Utut pun mempertanyakan peran dan fungsi kedua lembaga tersebut.

Hal tersebut disampaikan Utut dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Gubernur Lemhannas dan Sesjen Wantannas, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2025).

“Presiden lebih dengar Projo ketimbang Wantannas, presiden lebih dengerin Bara JP ketimbang Gubernur Lemhannas. Lantas kita mau letakkan di mana? Mohon maaf ini bukan soal keberpihakan-keberpihakan, kami sudah clear tadi kita dukung anggaran, tetapi bernegara nggak bisa begini, hanya di atas kertas Bapak hebat, di atas kertas ada 8 menteri dan Bapak Sekretaris, komunikasi dengan presiden, lapangannya tidak!” pungkas Utut. (Sidik Purwoko)

Baca juga: Akabri 1994 Gelar Bakti Sosial Dalam Rangka 30 Tahun Pengabdiannya

Editor: Sidik Purwoko