“Jadi hanya internal PDIP,” ucapnya.
Namun Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membantah jika Presiden Jokowi menyibukkan diri hingga menjadi alasan tidak diundang Rakernas PDI Perjuangan.
Baca juga: DPR Apresiasi Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh Alias Tanpa Tap Kartu
Dirinya mengakui, jadwal Presiden yang seabrek termasuk kunjungan kerja ke sejumlah daerah. PDI Perjuangan juga memiliki kewenangan dan keputusan internal untuk tidak mengundang Presiden Jokowi.
“Ya, namanya juga Presiden, jadwalnya begitu padat. Kalau ada yang menyinggung Presiden menyibukkan diri, namanya Presiden seabrek-abrek jadwalnya,” kata Ngabalin.
Ia meminta agar pihak lain tidak menyebarkan berita bohong. Apalagi saat situasi politik sudah tenang usai Pilpres 2024 dan keputusan KPU terkait dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.
Rakernas V PDI Perjuangan disebut menjadi momentum yang sangat penting untuk melakukan evaluasi. Hal ini juga termasuk merumuskan sikap politik sesuai dengan dinamika politik nasional dan menjawab berbagai isu-isu strategis terkait dengan persoalan rakyat dan negara.
Tidak hanya itu, di dalam rakernas juga dibahas berbagai isu penting rakyat, bangsa, dan negara. Tema Rakernas PDIP kali ini yaitu Satya Eva Jayate, yang berarti Kebenaran Pasti Menang. Sementara sub temanya yaitu Kekuatan Persatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya. (Sidik Purwoko)







