Desa Pematang Baru Lakukan Gerdal Hama Tikus di Musim Tanam
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus yang meresahkan petani.
Hama tikus kerap terjadi setiap tahun mulai dari musim tanam hingga panen. Banyaknya populasi tikus membuat petani merugi karena tikus sendiri menjadi salah satu penyebab gagal panen.
Darmansyah, ketua Kelompok Tani Harapan Bahagia (Poktan Harapan Bahagia) menjelaskan, hama tikus biasanya memakan bibit padi yang baru ditanam dan menyebabkan kerusakan.
Baca Juga
Video Diduga Penculik Anak Ditangkap Warga ViralĀ
"Hama tikus memang terjadi setiap tahun, karena tidak bisa dibasmi secara penuh, jadi kami gencar melakukan giat pengedalian hama," ujarnya.
Poktan Harapan Bahagia di Desa Pematang Baru berburu tikus ketika debit air di area persawahan tinggi (banyu dalam) yakni pada bulan Januari dan Februari.
"Setelah dua bulan tersebut kami tetap berburu, namun tidak sesering Januari dan Februari karena debit air mulai turun, jadi akses ke sarang-sarangnya agak susah," tambahnya.
Tikus-tikus yang sudah mati di tangan para petani dikumpulkan dan akan dikubur.
Camat Martapura Timur, Guslan mendukung gerakan pengedalian hama tikus. Menurut Guslan, hama tikus harus bisa dikendalikan sebelum para petani menanam bibit.
[caption id="attachment_227042" align="alignnone" width="300"]
Pemberian bantuan racun tikus oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banjar kepada Poktan Harapan Bahagia, Selasa (7/5/2024). (Wartabanjar.com_nurul octaviani)[/caption]
"Sebelum menanam, tikus-tikus harus kita buru dulu supaya tidak merusak bibit," ujar Guslan.
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar yang turut mendukung gerakan ini melalui pemberian bantuan racun tikus.
"Kegiatan ini berkelanjutan setiap tahun karena menggunakan dana desa, jadi setiap tikus yang berhasil ditangkap oleh petani juga dihargai 1000 rupiah per ekornya," tambah Guslan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Imelda Rosanty juga mendukung kegiatan gerakan pengedalian hama ini.
Ia menilai, melalui kegiatan ini artinya Desa Pematang Baru sudah bisa mendukung ketahanan pangan Kabupaten Banjar.
"Melalui gerakan yang dilakukan menggunakan dana desa, kami dari Dinas Pertanian sangat mendukung dan bangga artinya desa-desa ini sudah punya program untuk mendukung ketahanan pangan," ujar Imelda Rosanty.
Di Kecamatan Martapura Timur sendiri, sudah ada dua desa yang melaksanakan Gerakan Pengendalian Hama Tikus, yakni Desa Keramat dan Desa Pematang Baru. (nurul octaviani)
Editor Restu
Pemberian bantuan racun tikus oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banjar kepada Poktan Harapan Bahagia, Selasa (7/5/2024). (Wartabanjar.com_nurul octaviani)[/caption]
"Sebelum menanam, tikus-tikus harus kita buru dulu supaya tidak merusak bibit," ujar Guslan.
Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar yang turut mendukung gerakan ini melalui pemberian bantuan racun tikus.
"Kegiatan ini berkelanjutan setiap tahun karena menggunakan dana desa, jadi setiap tikus yang berhasil ditangkap oleh petani juga dihargai 1000 rupiah per ekornya," tambah Guslan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Imelda Rosanty juga mendukung kegiatan gerakan pengedalian hama ini.
Ia menilai, melalui kegiatan ini artinya Desa Pematang Baru sudah bisa mendukung ketahanan pangan Kabupaten Banjar.
"Melalui gerakan yang dilakukan menggunakan dana desa, kami dari Dinas Pertanian sangat mendukung dan bangga artinya desa-desa ini sudah punya program untuk mendukung ketahanan pangan," ujar Imelda Rosanty.
Di Kecamatan Martapura Timur sendiri, sudah ada dua desa yang melaksanakan Gerakan Pengendalian Hama Tikus, yakni Desa Keramat dan Desa Pematang Baru. (nurul octaviani)
Editor Restu