WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Beredar video viral di grup perpesanan whatsapp, seorang balita MMA (5) tengah dievakuasi warga dari dalam selokan di Banjarbaru saat hujan deras. Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Senin (22/04/2024) sore di Komplek Banua Permai, Jalan Gunung Permai Barat IX, RT 39, RW 007, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Saat Wartabanjar.com ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (24/4/2024) sore, terlihat kondisi selokan yang berlubang kurang lebih 50cm. Nampaknya selokan itu habis dijebol para warga untuk evakuasi. Selokan itupun kini ditutupi sejumlah papan agar tidak membahayakan orang lain. Ketua RT 09, Basuki Rahmat saat ditemui di rumahnya membenarkan peristiwa yang terekam dan videonya beredar tersebut. "Betul ada kejadian itu di lingkup RT kami dua hari yang lalu," ungkap Basuki. Ia menceritakan kronologis yang menyebabkan MMA meninggal dunia terjadi saat hujan deras. Ketika itu MMA sedang bermain hujan di halaman rumahnya. Baca juga: Park Sung Hoon Kurusan, Minta Maaf Karakternya di Queen of Tears Bikin Kesal Pemirsa, Netizen: Sampai Kurus Dibenci Netizen Sayangnya, orangtuanya justru kurang mengawasi anaknya yang bermain sendirian di tengah hujan deras. "Saat hujan semakin deras, orang tuanya coba melihat ke luar, ternyata anaknya gak ada," jelasnya lagi. Orang tua MMA berusaha mencari sendiri keberadaan anaknya itu. Sekitar 15 menit pencarian, namun balita itu tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya, orang tua MMA meminta tolong para tetangga untuk membantu pencarian termasuk Ketua RT. Setelah hujan mereda, pencarian masih terus dilakukan selama 30 menit. "Kami menduga, anak itu main di selokan yang memang sering dipakai anak-anak komplek bermain saat hujan," tambah Basuki. Besar dugaan, balita MMA tersangkut di ujung selokan. Begitu dicek ternyata benar. Tubuh MMA memang berada di dalam gorong-gorong. Baca juga: Narkoba di Batulicin Marak, Polisi Amankan Tersangka AR Yang Diduga Pengedar Sabu "Saat kita tahu MMA ada disana, kita langsung ambil tiga palu godam dan pemotong besi," ujarnya. Tiga orang warga segera menjebol semen di bagian atas, sedangkan warga lainnya berusaha menahan arus air dengan cara masuk ke dalam selokan. "Pas dijebol, kelihatan perutnya. Proses penjebolan itu mungkin sekitar 30 menitan, lalu kita potong besi-besinya, dan anak itu diangkat orang tuanya," jelas Basuki. Sontak saja orang tua MMA histeris mengetahui anaknya tak sadarkan diri dengan kondisi badan yang sudah membiru. "Di bawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia," tandasnya. Basuki menceritakan, selokan tersebut memang sering digunakan anak-anak komplek sebagai perosotan karena posisinya yang menurun. Baca juga: Ganjar Pranowo Tak Hadiri Penetapan Pemenang Pilpres 2024, Alasannya Begini Katanya "Tapi biasanya yang main disana itu anak-anak kelas 5 atau 6 SD," ujarnya lagi. Setelah dinyatakan meninggal, jasad MMA kemudian dibawa ke Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar untuk dikebumikan. (Nurul Octaviani) Editor: Sidik Purwoko