Dia pun segera membeli dan memperbaikinya. Han kemudian memasang jalur produksi biskuit semi-otomatis menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit pada sistem konveyor melalui oven bata.
Baca juga: Ketentuan, Penerima, Syarat dan Cara Menghitung Zakat Maal Menurut Ajaran Islam
Dua tahun kemudian atau pada 1947, Han dan Keng bersaudara nekat mendirikan pabrik pertamanya yang berlokasi di Jalan 18 Howard. Pabrik inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Biskuit Khong Guan.
Pabrik itu resmi berdiri dengan nama Khong Guan Biscuit Factory (Singapore) Pte Ltd. Berkat militansi keduanya dalam berbisnis, sekitar tahun 1950 hingga 1960 an, mereka sampai melakukan ekspansi ke Malaysia.
Jika pabrik di Singapura menghasilkan 10.000 kaleng biskuit setiap harinya dan memiliki sekitar 200 pegawai, di Malaysia pabriknya meghasilkan 40.000 kaleng biskuit setiap hari dan memiliki 1000 karyawan.
Sekitar 70 persen produknya dijual di Singapura dan Malaysia. Sisanya dijual ke berbagai negara seperti Indonesia, Hong Kong, Africa, dan Timur Tengah.
Baca juga: Jaga Keamanan Mudik Lebaran 2024, Pospam dan Posyan Polresta Kotabaru Telah Dibuka
Lantaran antusiasme konsumen yang begitu tinggi, pada 1970 pabrik di Singapura mereka pindahkan ke lokasi yang lebih besar. Pabriknya akhirnya pindah ke Jurong, Singapura. Keduanya juga membangun pabrik di Indonesia, tepatnya di Kawasan Rungkut, Kota Surabaya. Tak cukup sampai di situ, keduanya juga membangun pabrik lagi di Jalan Raya Bogor Jakarta Timur dan Cibinong, Bogor.
Lalu pada sekitar tahun 1980an, Khong Guan melakukan ekspor ke negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sejak saat itu, perusahaan ini sudah mengekspor produknya ke lebih dari 40 negara.
Namun pada 2001, Chew Choo Keng meninggal dunia di usia 86 tahun. Saat kematiannya itu, pabrik biskuit yang didirikannya telah menjadi perhatian multinasional dengan pabrik dan perusahaan asosiasi di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Hingga pada Januari 2007, saudara seperjuangannya Chew Choo Han memutuskan untuk pensiun sebelum meninggal pada bulan November.
Baca juga: Keren! Film Badarawuhi di Desa Penari Tayang Perdana di Amerika Serikat
Akhirnya bisnis kedua bersaudara itu dilanjutkan oleh anak-anaknya. Meski demikian, Khong Guan tetap berkomitmen menyediakan biskuit yang berkualitas hingga kini. Buktinya, biskuit ini selalu menjadi kegemaran masyarakat Indonesia. (bersambung)
Editor: Sidik Purwoko (berbagai sumber)












