WARTABANJAR.COM, YOGYKARTA - Kasus antraks (Anthrax) pada hewan ternak kembali terulang di wilayah Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku heran dengan adanya kasus berulang terkait suspek antraks di Sleman dan Gunungkidul belakangan ini. Kasus suspek antraks di dua kabupaten di DIY ini dikarenakan perilaku masyarakat yang masih saja menyembelih hewan ternak yang sudah mati. “Ya makanya itu, saya itu herannya di situ. Makanya saya tadi ngasih catatan ke Dinas Kesehatan sama (Dinas) Pertanian, kenapa (perilaku masyarakat itu) selalu berulang begitu. Mungkin perlu literasi yang baik kepada masyarakat peternak, bagaimana menjaga ternak dan dirinya agar antraks tidak terulang,” ungkap Sri Sultan dikutip wartabanjar.com dari lama Humas DIY, Senin (18/3/2024). Baca juga: 7 Faedah Puasa Menurut Rasulullah Menurut Sri Sultan, jika dibandingkan dengan kasus antraks sebelumnya, kasus yang terjadi sekarang ini hanya berjarak dalam hitungan bulan. Meski demikian, Sri Sultan mengaku belum perlu untuk dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sri Sultan pun berharap semoga upaya penyelesaian kasus yang sudah dijalankan bisa menangani kasus yang ada. Dikutip dari Halodoc, antraks adalah jenis penyakit infeksi yang sangat mudah menular dari hewan ternak ke manusia atau disebut dengan penyakit zoonosis. Seseorang bisa mengalami masalah kesehatan ini apabila menyentuh atau mengonsumsi daging dari hewan yang terserang antraks. Antraks sendiri merupakan gangguan kesehatan yang jarang terjadi, tetapi sangat serius. Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri Bacillus anthracis. Hingga kini, belum ada studi yang bisa membuktikan bahwa bakteri yang menjadi penyebab antraks bisa menular dari manusia ke manusia lainnya. (ernawati) Editor: Erna Djedi