Beda Sehari dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama Prediksi Kapan Awal Ramadhan 1445 H/2024 Masehi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Sebentar lagi bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriyah tiba.
Muhammadiyah memprediksi awal Ramadhan atau 1 Ramadhan 1445 Hijriyah akan jatuh pada Senin (11/3/2024) mendatang.
Prediksi tersebut berbeda sehari dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Nahdlatul Ulama (NU) rupanya juga sudah memprediksi kapan awal Ramadhan 2024 atau 1 Ramadhan 1445 Hijriyah akan terjadi.
Mengutip laman NU Online, Minggu (25/2/2024), Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Sirril Wafa, menyampaikan penegasan terkait awal bulan Ramadhan 1445 H/2024 M.
Berdasarkan pengamatan posisi hilal, baik dari sisi tinggi maupun elongasinya, Kiai Sirril pada Jumat (23/2/2024) menyatakan bahwa melalui pengalaman atau tajribah, hilal tidak mungkin dapat dirukyat atau dilihat pada 29 Sya'ban 1445 H atau Ahad, 10 Maret 2024.
Berdasarkan perhitungan tersebut, ia mengatakan bahwa 1 Ramadhan 1445 H diprediksi bertepatan dengan 12 Maret 2024.
"Jadi langkah ikmal/istikmal Sya'ban sebagaimana tertulis di almanak PBNU sudah benar. Insyaallah 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024 M," terang ulama ahli Falak ini.
Lembaga Falakiyah PBNU menjelaskan, hilal 29 Sya'ban 1445 H bertepatan dengan Ahad Legi, 10 Maret 2024 M.
Data perhitungan falak LF PBNU menunjukkan tinggi hilal 0 derajat 11 menit 25 detik.
Sementara ijtima atau konjungsi terjadi pada Ahad Legi, 10 Maret 2024 M pukul 16:00: 50 WIB.
Titik markaz Jakarta ini berlokasi di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dengan koordinat koordinat 6º 11' 25" LS 106º 50' 50" BT.
Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 3 derajat 55 menit 36 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 5 derajat 7 menit 23 detik selatan titik barat.
Adapun kedudukan hilal berada pada 1 derajat 11 menit 27 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 2 derajat 30 menit 25 detik.
Kiai Sirril menyatakan, LF PBNU akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal awal Ramadhan 1445 H pada Ahad, 10 Maret 2024, atau bertepatan dengan 29 Sya'ban 1445 H.
Ia menambahkan, rukyatul hilal akan dilakukan secara serentak oleh LFNU daerah di sejumlah titik yang telah ditentukan, meliputi pinggiran pantai yang mengarah ke barat maupun di gedung-gedung tinggi dengan ufuk barat yang tidak terhalang.
"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, rukyatul hilal serentak dilakukan oleh LF-LF daerah di lokasi rukyat yang telah ditentukan," kata pria kelahiran Kudus 1 Maret 1960 itu.
Ia mengatakan, rukyatul hilal awal Ramadhan akan dilakukan di 50 hingga 60 titik rukyat yang tersebar di berbagai wilayah, mencakup zona Indonesia Timur, Tengah, dan Barat.
"Untuk Ramadhan ini, ada sekitar 50-60 titik rukyat yang tersebar di berbagai wilayah," papar putra almagfurlah K.H. Turaichan Adjhuri itu.
Pelaksanaan rukyat, terangnya, akan dilakukan bersama pihak terkait, seperti petugas kementerian agama, pengadilan agama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta masyarakat setempat. (berbagai sumber)
Editor: Yayu