Bejat, Ayah Tega Gagahi Anak Gadisnya Saat Hamil 7 Bulan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kasus pencabulan terhadap gadis yang masih di bawah umur kembali terjadi di Kota Banjarmasin.
Kali ini seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), yakni R (12) diduga menjadi korban nafsu bejad sang ayah berinisial S (41).
Mirisnya lagi, anak tersebut dikabarkan sampai hamil tua berusia 7 bulan. Baru diketahui oleh ibu dan neneknya.
Dalam beberapa waktu terakhir, pihak keluarga sudah mulai curiga, dengan kondisi perut korban yang mulai membuncit.
Kendati demikian, saat ditanyakan oleh pihak keluarga, korban memilih diam dan takut untuk mengakuinya.
Selanjutnya, keluarga pun pun mengajak korban untuk berdiskusi, hingga akhirnya korban menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Baca Juga
Curi Motor dan iPhone di Masjid Martapura Akhirnya Diringkus
Untuk memastikan kondisi korban, lantas keluarga melakukan pemeriksaan ke puskesmas, dan mengetahui kalau korban sudah dalam kondisi hamil.
Mendapati hal tersebut, membuat keluarga semakin panik dan bingung.
Usai terkuaknya musibah tersebut pada Rabu (24/1/2024) lalu, pihak keluarga pun melaporkan S ke Polda Kalsel, dan S pun berhasil ditangkap malam harinya.
Menurut penuturan seorang kerabat korban, sang ayah memang mengakui menggauli anak gadisnya, namun dia menampik kalau sampai menghamili.
Pasalnya, menurut kata ayahnya, dirinya hanya sekali saja menggauli anak gadisnya itu, dan itu pun beberapa hari sebelum terbongkar masalah itu.
"Ayahnya atau S ini mengakui menggauli korban di rumah saat istrinya keluar rumah," tuturnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut oleh pihak keluarga, terkuak korban sebelumnya juga pernah digagahi oleh dua pemuda yang dikenal korban melalui media sosial.
"Tetapi dia tak terlalu kenal orang mana tinggalnya, dan saat ini masih diselidiki oleh polisi," ucapnya.
Diketahui, kalau sang ayah merupakan seorang buruh bangunan. Keluarga masuk dalam kategori tidak mampu, hanya tinggal di dalam sebuah rumah yang luasnya hanya sebesar sembilan meter persegi
"Korban ini anak pertama dari dua bersaudara dan sang adik berusia 5 tahun," pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu