Rahmat kemudian bercerita alasan dirinya meninggalkan karir militer untuk politik. Pengalamannya menjadi komandan distrik militer telah menyadarkannya, bahwa politisi memegang peranan penting terhadap nasib rakyat.
“Banyak sekali keinginan warga yang tidak dapat saya realisasikan, karena memerlukan kebijakan pemerintah. Selain dorongan warga yang begitu besar, dan perenungan yang dalam, saya akhirnya memutuskan pensiun dini dan berjuang di jalur politik,” bebernya.
Setelah memutuskan ke politik, Rahmat mendapat tawaran bergabung dari banyak parpol. Tapi dia kemudian memilih Nasdem. Alasannya sederhana, Nasdem adalah partai yang masih setia dengan gagasan. Nasdem tidak meminta mahar apa pun, sehingga dia yakin kalau partai ini akan berjuang untuk rakyat.
Salah satu agenda utama caleg nomor urut 2 untuk warga Pulau Laut adalah realisasi proyek jembatan penyeberangan yang mangkrak.
“Anggarannya memang besar, tapi saya dan kader Nasdem lainnya akan berjuang sekuat-kuatnya, kalian bisa pegang janji,” ujarnya. (*)
Baca Juga : Masih Ada Kesempatan! Dapatkan Cashback Hingga 64% Kredit ‘RUMPIANG’ Bank Kalsel
Editor : Hasby







