WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor melakukan rutinitasnya berziarah ke makam para wali Allah, Kamis (7/12/2023) dini hari tadi. Pria yang akrab disapa Paman Birin ini bertolak dari kediamannya di Mahligai Pancasila Banjarmasin ke makam Syekh Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Setibanya di kawasan makam ulama besar bermazhab Imam Syafi'i tersebut, Paman Birin didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Berkatullah, Guru Supian Al Banjari beserta rombongan langsung menuju ke kubah ulama kharismatik Banua ini. Dipimpin Guru Supian, di depan kubah makan Datu Kalampayan, Paman Birin dan rombongan membacakan surat-surat pendek Al Quran, serta membacakan tasbih, tahmid, takbir dan juga zikir. Pada kesempatan itu, Paman Birin juga berdoa kepada Allah SWT agar warga Banua Kalsel Babussalam mendapatkan keberkahan dan kesejahteraan. Disamping itu beliau juga mendoakan untuk kedamaian dan kebebasan warga Palestina yang saat ini sedang dijajah penjajah Zionis Israel. Sekadar informasi, Datu Kalampayan adalah ulama besar dan kharismatik asal Kalsel yang semasa hidupnya dulu mengabdi sebagai mufti atau tokoh agama di Kerajaan Banjar dan juga pengarang kitab fikih Islam di antaranya adalah Kitab Sabilal Muhtadin dan Kitab Tuhfatur Raghibin. Selepas ziarah ke makam Datu Kalampayan, seperti biasa, Paman Birin menyapa dan bersilaturahmi dengan warga sekitar. "Alhamdulilah, rutinitas ziarah ke makam Datu Kalampayan. Kita juga berdoa kepada Allah SWT agar Banua kita selalu dalam mendapat keberkahan dan juga kita berdoa untuk kebebasan serta kedamaian warga Palestina," ungkap Paman Birin. Sebagaimana yang sering disampaikan Paman Birin, Banua Kalsel Babussalam ini bagaikan sehelai kain dari surga berkat sinar dari para ulama, terutama dua ulama besar Kalsel, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. “Sinarnya Banua telah membuat Banua bersinar, cahaya ilmunya yang dipancarkan ke seluruh Banua kita lewat para ulama yang Tentu saja, cahaya tersebut berasal dari cahaya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, kemudian sampailah kepada kita semua,” kata Paman Birin. (mul/adpim) Editor: Yayu