“Istrinya datang ke rumah bosnya. Di sana pembantu bilang tidak ada kelihatan. Di kandang juga dipanggil tidak jawab,” imbuhnya.
“Kami dihubungi bahwa dia (korban) ditemukan meninggal di kandang harimau. Kami segera menuju lokasi, namun harimau masih berada di dalam kandang,” ungkap La Ura, saksi kejadian.
Setelah memastikan keamanan sekitar, rekan kerja korban dan pihak keluarga bergerak mengevakuasi tubuh Suprianda dari kandang lalu dibawa ke rumah sakit.
Di ruang jenazah RSU AW Sjahranie Samarinda terungkap jenazah korban penuh dengan luka terbuka diduga bekas dicabik harimau.
Petangnya, polisi pun mendatangi lokasi korban diduga diterkam harimau.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur juga turut hadir untuk melakukan identifikasi dan upaya evakuasi.
Tampak di lokasi sebuah ruangan dengan terali besi layaknya sel penjara dihuni oleh seekor harimau.
Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk pihak berwenang, untuk memastikan keamanan dan melakukan investigasi lebih lanjut. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi





