WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sejumlah pemuda yang diamankan Polres Banjabaru pada malam hari ini, Selasa (24/10/2023), dipastikan bukan anggota gengster. Keempat pemuda itu diamankan saat petugas piket patroli gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat melalui Aplikasi Cangkal Polres Banjarbaru, tentang adanya perkelahian yang terjadi di sekitar lokasi Bundaran Simpang Empat. "Piket Patroli gabungan awalnya mendapatkan informasi bahwa telah terjadi perkelahian di sekitar Bundaran Simpang Empat Kota Banjarbaru, para Petugas gabungan pun bergegas menuju ke lokasi yang dimaksud," jelas Kasi Humas Polres Banjarbaru AKP Syahruji, Rabu (25/10). Setibanya disana, jelas dia lagi, para personel mendapati empat orang remaja laki-laki yang saat itu sedang duduk di parkiran depan Indomaret. "Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, para Petugas pun membawa mereka berempat ke Polres Banjarbaru untuk dimintai keterangan," kata dia. Baca juga: Belum Resmi Buka, Kafe di Jalan Trikora Banjarbaru Digerebek Satpol PP Jual Miras Lewat IG Kasi Humas Polres Banjarbaru, menjelaskan, berdasarkan hasil keterangan dari keempat orang tersebut, diketahui jika mereka semua bukan termasuk ke dalam gangster yang saat ini sedang viral beredar di lini masa. "Mereka kami bawa ke Mapolres hanya untuk menghindari isu gangster yang terjadi di Banjarmasin," ucapnya. Berdasarkan hasil keterangan dan klarifikasi dari empat pemuda itu, bahwa mereka bukanlah bagian ataupun jaringan gangster yang saat ini sedang ramai beredar di media sosial, tujuan awal mereka berkumpul hanyalah untuk main bareng (mabar) game online di lokasi itu dan tidak ada sama sekali melakukan perkelahian. "Dari keempat remaja tersebut, kami mengamankan sepeda motor yang digunakan oleh mereka dan tidak ditemukan adanya senjata tajam, dan secara umum dapat kami pastikan jika keempatnya tidak ada niatan sedikit pun untuk berbuat kejahatan," ungkapnya. Jadi, Kasi Humas melanjutkan, mereka semua berstatus sebagai pelajar di Kabupaten Banjar, setelah ditelusuri, akun media sosial keempat pemuda itu pun juga tidak ada mengarah ke aktivitas kriminal. "Mereka ini hanya komunitas motor matik biasa, kemudian untuk memberikan edukasi, kami juga memanggil orang tua keempat pemuda itu untuk diberikan arahan soal dampak gangster," ujarnya. Selanjutnya Polres Banjarbaru melakukan pembinaan kepada para pemuda tersebut, memberikan wawasan dan mengembalikan mereka berempat kepada pihak keluarganya. "Terakhir, saya mengimbau masyarakat Kota Banjarbaru, apabila mengetahui atau melihat secara langsung adanya kejadian kriminal maupun gangster, agar bisa sesegeranya melaporkan ke pihak Kepolisian baik melalui Call Center 110 ataupun Aplikasi Cangkal milik Polres Banjarbaru," pungkasnya. (ernawati/hms) Editor: Erna Djedi