Saling Tuding, PM Israel Tuduh Roket Hamas dan PIJ yang Nyasar ke RS Al-Ahli, Netizen: Bohong!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Instagram Perdana Menteri Israel, Benjamin Neyanyahu kembali menjadi bulan-bulanan netizen dari berbagai negara, khususnya yang membela Palestina.
Hal ini dikarenakan pria berusia 73 tahun ini mengunggah video terkait penyerangan Rumah Sakit Al-Ahli di Gaza pada Selasa (17/10/2023) kemarin dengan narasi bahwa pelakunya adalah pasukan Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) adalah pelakunya.
Akibatnya, ratusan orang menjadi korban serangan roket ini.
Ia menyebut, roket itu milik Hamas dan PIJ itu salah sasaran, hendak menyerang Israel namun justru nyasar ke RS Al-Ahli.
Netanyahu di unggahannya ini kemudian menyebut Hamas dan PIJ adalah teroris yang harus diketahui dunia.
"The world must know," katanya.
Menurutnya, Hamas dan PIJ telah membunuh banyak orang Palestina dan Israel dalam kejadian ini. Mereka juga telah membunuh anak-anak Israel dan Palestina secara brutal. "Share so the world know," ujarnya mengajak untuk membagikan kabar ini ke dunia internasional bahwa Hamas dan PIJ adalah teroris. Sementara di sisi Palestina, pihaknya menuding bahwa roket ini adalah serangan Israel. Sontak saja, unggahan ini dihujani banyak sekali protes dari masyarakat dunia. Mereka mengatakan Israel telah berbohong, bahwa teroris sesungguhnya adalah Israel bulan Palestina. "LIES !" sebut netizen bernama ays***. "fake news," kata far***. "STOPPPPP LYINGGGGG!!!!!" seru mar***. "That’s faaaaaake stopppp lying and share the truth #freepalestine," timpal sha***.View this post on Instagram
Melansir sumber lain, Rabu (18/10/2023), menurut saksi, ribuan warga Palestina berada di rumah sakit ketika Israel menyerang rumah sakit tersebut.
Banyak korban yang masih tertimbun dalam reruntuhan, demikian menurut rilis Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.
Milisi di Palestina, Hamas, juga melaporkan jumlah korban yang sama akibat bombardir Israel.
Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan mayat-mayat berserakan di halaman rumah sakit. (yayu fathilal)
Editor: Yayu