Israel Lakukan Serangan Balasan, Lebih 200 Warga Palestina Tewas dan Lebih 1.000 Terluka
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, GAZA - Setidaknya 232 orang tewas dan 1.600 lainnya luka-luka di daerah kantong Palestina di Gaza selama pembalasan Israel setelah serangan multi-cabang yang mematikan oleh pasukan Hamas ke Israel, kata kementerian kesehatan.
Meningkatnya jumlah korban jiwa pada hari Sabtu terjadi setelah kelompok Palestina yang menguasai Jalur Gaza melancarkan serangan terbesar terhadap Israel dalam beberapa tahun terakhir, menyusup ke daerah-daerah di selatan negara itu menyusul rentetan ribuan roket yang ditembakkan dari wilayah yang terkepung.
Dilansir Aljazeera, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan mengadakan konsultasi darurat tertutup mengenai meningkatnya kekerasan di Israel dan Wilayah Pendudukan Palestina.
Pertemuan tersebut pertama kali diserukan oleh anggota DK PBB saat ini, Malta, dan Uni Emirat Arab (UEA) dan Brasil kemudian menambahkan dukungan mereka. Ke-15 anggota DK PBB saat ini akan menghadiri konsultasi di markas besar PBB di New York pada hari Minggu pukul 15.00 (19:00 GMT).
Baca juga: Hamas Lakukan Serangan Besar-besaran ke Israel, Ratusan Dilaporkan Tewas
Diperkirakan, meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, dewan tersebut akan diberi pengarahan oleh Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland.
Layanan penyelamatan nasional Israel mengatakan sedikitnya 250 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka, menjadikannya serangan paling mematikan di Israel selama bertahun-tahun. Sejumlah tentara dan warga sipil Israel juga ditangkap dan dibawa ke Gaza.
Hamas dan Israel mengatakan pada Sabtu malam bahwa baku tembak terjadi di puluhan wilayah di dalam wilayah Israel.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperingatkan Hamas bahwa mereka membuat “kesalahan besar” dalam melancarkan serangan, yang dimulai pada pukul 6:30 pagi waktu setempat (03:30 GMT) dan melibatkan rentetan roket yang ditembakkan dari berbagai lokasi di Gaza serta para pejuang yang menyusup ke Israel. melalui darat, laut dan udara.
“Warga Israel, kami sedang berperang. Musuh akan menanggung akibat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pesan video dari markas militer di Tel Aviv.
Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Gaza sebagai tanggapan atas serangan tersebut. “Puluhan jet tempur [militer Israel] saat ini menyerang sejumlah sasaran milik organisasi teroris Hamas di Jalur Gaza,” katanya.
Mohammed Deif, seorang komandan senior militer Hamas, mengatakan tembakan roket menandai dimulainya “Operasi Banjir Al-Aqsa”, dan dia meminta warga Palestina di mana pun untuk melawan pendudukan Israel. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi