Program sosial tersebut, kata Andi Rian, bertujuan untuk menekan jumlah masyarakat miskin yang ada di Kalsel.
“Sekaligus juga, dengan adanya pasar murah ini, diharapkan supaya dapat mengintervensi laju inflasi. Agar inflasi kita tetap bagus, karena inflasi di Kalsel ini di bawah standar nasional,” kata Andi Rian.
Selain itu, jelas Kapolda, pihaknya memilih kawasan pelabuhan dikarenakan hasil dari pemetaan dan data dari Badan Pusat Statistik, yang mengatakan bahwa di kawasan pelabuhan termasuk kawasan masyarakat yang status ekonominya di bawah rata-rata.
“Insyaallah tiap dua minggu program ini akan berjalan. Tapi harus kita lihat terlebih dahulu, kita evaluasi lagi untuk wilayah yang akan kita adakan pasar murah,” jelas Kapolda.
Lebih lanjut, papar Andi Rian, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Kota Banjarmasin saja, namum juga dilakukan di seluruh kabupaten atau kota di Kalimantan Selatan.
“Untuk pasar murah, ada 1500 paket yang kita sediakan. Sementara paket bansos, ada sekitar 500. Selisih harganya pun, di pasar murah dan di pasar itu ada sekitar 40 persen,” pungkasnya. (iqnatius)
Editor Restu







