Menurutnya, pembangunan kesehatan merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.
Hadirnya para direktur utama rumah sakit pengampu yang melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemprov Kalsel, menurut Paman Birin juga adalah sebuah kehormatan.
Karena ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI, melalui Kementerian Kesehatan dan jajarannya, memperhatikan perkembangan kesehatan di banua, dalam upaya mendukung percepatan progres Ibu Kota Nusantara (IKN) baru.
“Para direktur rumah sakit yang datang ke Kalsel hari ini, bukan sekedar datang, tapi saya meyakini ini adalah upaya mendukung upaya percepatan IKN baru, dengan Kalsel sebagai gerbangnya, Kalsel Babussalam,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, dirinya berharap akan menjadi mindset seluruh pihak terkait dan juga masyarakat, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang sehat.
“Mudah-mudahan akan menjadi mindset kita bersama, bahwa ternyata bangsa yang besar adalah bangsa yang sehat. Sehat menjadi modal dasar bagi kita semua,” ingatnya.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Diauddin mengatakan, bahwa kegiatan rakerkesda yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini akan diisi materi dari beberapa direktur utama sejumlah rumah sakit pengampu yang nantinya akan bekerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit di Kalsel.
“Dihadiri para direktur utama rumah sakit pengampu dari Jakarta. Ada dari rumah sakit kanker, jantung, jiwa, paru dan rumah sakit khusus lainnya,” ujarnya.
Diharapkan bila ada masyarakat banua yang sakit, bisa ditangani langsung di rumah sakit daerah Kalsel, tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit di Pulau Jawa atau Jakarta.

