Ini Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah Idul Adha 1444 H, Apa Ada Perbedaan?

    WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Idul Adha adalah salah satu Hari Raya dalam agama Islam yang jatuh setiap 10 Zulhijah.

    Artinya hari raya Idul Adha 1444 Hijriah atau 2023 tinggal menunggu hitungan hari saja.

    Seperti dikatahui umat Islam, hari raya Idul Adha merupakan bentuk peringatan peristiwa kurban, yaitu saat Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya, Ismail, sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT.

    Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), sebelum Nabi Ibrahim sempat mengorbankan putranya, Allah mengganti Ismail dengan domba atau kibas.

    BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Kampung Arab Banjarmasin Ramai Pembeli, Kambing Rp2,7 Juta, Sapi 16,5 Juta

    Itulah mengapa setiap 10 Zulhijah dan tiga hari setelahnya atau saat hari tasyrik, umat Islam akan menyembelih hewan kurban.

    Menurut Muhammadiyah

    Melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H, ormas Islam ini telah menetapkan tanggal jatuhnya Idul Adha 2023.

    Menurut Muhammadiyah, awal Zulhijah 1444 H bertepatan dengan Senin, 19 Juni 2023.

    Dengan demikian, hari arafah atau 9 Zulhijah 1444 H jatuh pada Selasa, 27 Juni 2023. Sementara 10 Zulhijah atau Idul Adha 1444 H akan jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023.

    Sebab, berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, pada Minggu (18/6/2023), ijtimak jelang Zulhijah telah terjadi pada pukul 11.39.47 WIB.

    Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta juga menunjukkan hilal sudah wujud.

    Begitu pula di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam, Bulan berada di atas ufuk.

    Tunggu sidang isbat

    Di sisi lain, pemerintah melalui Kemenag akan menetapkan Idul Adha 2023 dengan pemantauan hilal dan sidang isbat atau penetapan pada Minggu, 18 Juni 2023.

    Hal tersebut, menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Kamaruddin Amin, bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1444 H.

    “Sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1444 H akan dilaksanakan pada hari Ahad, 18 Juni 2023 M,” ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/6/2023).

    Saat ditanya terkait potensi perbedaan, Kamaruddin hanya menegaskan masih menunggu hasil sidang isbat.

    Jawaban yang sama juga diutarakan terkait kemungkinan kapan Idul Adha 2023 akan dirayakan di Indonesia.

    “Kita masih menunggu hasil sidang isbat, namun jika terjadi perbedaan kita harus menyikapinya dengan bijak, saling menghormati dan menghargai,” ungkapnya.

    Terpisah, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Adib, mengatakan bahwa Idul Adha kemungkinan akan jatuh pada 28 atau 29 Juni 2023.

    Menurut Adib, hasil pengamatan hilal pada Minggu (18/6/2023) petang akan menetapkan apakah awal Zulhijah jatuh pada 19 atau 20 Juni 2023.

    “Sehingga hari raya Idul Adha (tanggal 10 Zulhijah) jatuh bertepatan dengan tanggal 28 Juni atau 29 Juni 2023,” paparnya kepada Kompas.com, Kamis.

    BACA JUGA: Sebanyak 211 Ekor Sapi Sudah Terdata di Kabupaten Balangan Jelang Idul Adha

    Ada 99 titik

    Sementara itu, Kemenag akan menggelar rukyatul hilal awal Zulhijah di sejumlah titik di seluruh Indonesia.

    Nantinya, hasil rukyatul hilal akan menjadi salah satu rujukan dalam penetapan waktu Idul Adha 1444 H.

    “Kita memutuskan akan menggelar rukyatul hilal di 99 lokasi seluruh wilayah Indonesia,” kata Adib.

    Sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1444 H pun turut dihadiri duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Ada pula perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, serta lembaga dan instansi terkait lainnya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

    editor : didik tm

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI