Sementara, enam 6 kabupaten lain belum menetapkan status siaga darurat bencana karhutla yaitu Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Seruyan, dan Kabupaten Lamandau.
“Dengan adanya penetapan status siaga darurat karhutla pada tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, diharapkan sinergisitas pentahelix pada semua tingkatan dapat dioptimalkan dalam penanganan karhutla pada tahun 2023 untuk mewujudkan komitmen bersama Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2023,” kata Ahmad Toyib.
Ia menyebut, perkembangan karhutla di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan tanggal 4 Juni 2023 khususnya terkait dengan titik panas dan kejadian karhutla, berdasarkan data karhutla yang terus dipantau Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah.
Titik panas berdasarkan data dari hotspot Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebanyak 970 hotspot, yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Sedangkan kejadian karhutla yang dilaporkan kabupaten/kota sebanyak 161 kejadian, yang tersebar di 11 kabupaten/kota, kecuali Barito Timur, Gunung Mas, dan Seruyan.
“Pada bulan April hotspot sebanyak 220 hotspot, pada bulan Mei 2023 mengalami peningkatan menjadi 375, sedangkan kejadian karhutla pada bulan April 2023 sebanyak 16 kejadian, pada bulan Mei 2023 meningkatkan menjadi 51 kejadian.”
“Jika memperhatikan prakiraan dari BMKG bahwa wilayah Provinsi Kalimantan Tengah seluruhnya akan memasuki musim kemarau pada Dasarian II Juni 2023, ini menjadi peringatan serius bagi kita terhadap kemungkinan peningkatan karhutla,” imbuhnya.(mckalteng)
Editor Restu







