WARTABANJAR.COM - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengusulkan bantuan helikopter kepada pemerintah pusat terkait status siaga darurat bencana karhutla Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selama 167 hari, terhitung mulai 29 Mei sampai 10 November 2023.

Melalui Kepala BNPB, Sugianto meminta untuk mendapatkan bantuan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), helikopter patroli sebanyak satu unit dan helikopter Water Boombing sebanyak dua unit yang akan ditempatkan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Hal ini diungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Prov. Kalteng selaku Komandan Harian Penanganan Darurat Bencana Karhutla Prov. Kalteng Ahmad Toyib.

Baca Juga

Kasus Senpi Ilegal Pegawai Pelindo Diambilalih Polda Kalsel

"Dalam pelaksanaan operasi udara, akan dikoordinasikan secara teknis oleh Satgas Udara yang dikoordinir oleh Danlanud Iskandar Pangkalan Bun," bebernya.

Sementara itu, berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021-2026, terdapat 87 kecamatan yang merupakan daerah risiko tinggi karhutla yang tersebar di 13 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Murung Raya.

Dengan mempertimbangkan penyebaran lahan gambut yang menjadi salah satu prioritas penanganan, maka fokus penanganan darurat karhutla dapat lebih ditingkatkan di sembilan kabupaten/kota prioritas yaitu Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Sukamara, dengan kecamatan risiko tinggi karhutla sebanyak 70 kecamatan.

“Adanya hasil pemetaan dalam dokumen KRB Provinsi Kalimantan Tengah, diharapkan operasi penanganan darurat karhutla bisa tepat sasaran, sehingga sumber daya yang digunakan bisa lebih efektif dan efisien. Dengan panduan ini, maka kegiatan rencana penanganan darurat karhutla dapat lebih terarah dan juga lebih selektif dan fokus pada kegiatan yang secara langsung pada upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” bebernya.(mc kalteng)

Editor Restu