“Kejadiannya tahun lalu, sekitar bulan Oktober. Aksi pelaku diketahui setelah terungkap setelah korban bercerita kepada ibunya sekitar April 2023 tadi,” jelasnya.
Diungkap Kasatreskrim, pelaku merupakan pelatih beladiri dan telah melakukan aksi cabulnya terhadao korban sebanyak empat kali, dengan TKP di rumah pelaku dan di halaman belakang sebuah sekolah dasar negeri.
“Pelaku melakukan perbuatan tak senonoh dari luar pakaian yang dikenakan korban, dengan alasan akan mengisi tenaga dalam ke dalam tubuh korban, serta memberikan ilmu tunduk laki-laki,” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Kasatreskrim, pelaku meminta korban mengirimkan foto tubuh yang ditutupi dengan handuk melalu WA.
“Diminta foto dengan pakaian dalam, alasannya agar laki-laki yang dikehendaki bisa tunduk,” ucap Kasatreskrim. (edj/hms)
Editor: Erna Djedi
Akan tetapi, permintaan tersebut tidak dilakukan oleh korban. Yang mana hingga saat ini akibat perlakuan itu korban merasa trauma serta ketakutan apabila bertemu dengan pelaku.
Atas kejadian tersebut, orangtua korban merasa keberatan dan melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.







