Hanya saja konsentrasi ibu rumah tangga beranak dua tersebut akan terbagi menjadi dua dalam menghadapi ajang bergengsi tersebut, lantaran dalam waktu dekat akan menjadi tamu Allah SWT untuk berangkat haji.
”Berhubung ulun sebentar lagi berangkat haji dan menjadi petugas haji, banyak kesibukan, konsentrasi memang terbagi dua, tapi ulun berusaha maksimal bagaimana caranya agar keduanya bisa berjalan dengan lancar,” tutur ibunya Zarqa A’yuna shiddiqo dan Yasmin syeikha Mumtaza siddiq.
Raudhah menuturkan, dukungan semua pihak sangat ia perlukan termasuk pemerintah dengan LPTQ nya, serta suami, orang tua dan keluarga besar yang selalu memberikan doa yang terbaik.
”Mungkin waktu ulun berada di Makkah dan Madinah nanti sebisa mungkin ulun latihan supaya tidak kaku, dan pastinya banyak-banyak berdoa selama disana. Karena intinya mengharap ridho Allah, mudah-mudahan disehatkan, tidak ada gangguan kesehatan dan lain-lain,” harapnya.
Raudhah mengatakan, para pesaing dari berbagai negara di dunia memang berbeda-beda kualitasnya, dan sudah dipastikan akan mengirimkan duta-duta terbaik. Meski konsentrasinya terbagi, bukan Raudhah namanya jika ia tidak pasang target di ajang tilawah antar bangsa tersebut, guna menjadi yang terbaik bagi Indonesia.
”Target juara ya, intinya lakukan yang terbaik, maksimal untuk Indonesia, bismillaah semoga Allah meridhoi,” tutupnya.(ip banjar)
Editor Restu







