WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Cuaca di Indonesia terasa menyengat dalam sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan 5 hal yang menjadi penyebabnya.
Melalui akun Instagramnya, BMKG menyampaikan penyebab pertama suhu panas di Indonesia ialah dinamika atmosfer yang tidak biasa. Selain itu, sedang terjadi gelombang panas di wilayah Asia.
“Suhu panas bulan April di Wilayah Asia selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari: lonjakan panas tahun 2023 terparah,” jelas BMKG, Minggu (23/4/2023).
Meski demikian, bukan tahun 2023 ini merupakan panas tertinggi yang terjadi di Indonesia.
BMKG mencatat 2016 menjadi tahun paling panas untuk Indonesia sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020.
Menurut data BMKG, 2016 menjadi tahun paling panas dengan nilai anomali sebesar 0,8 derajat Celcius.
“BMKG mencatat bahwa 2016 merupakan tahun terpanas untuk Indonesia dengan nilai anomali sebesar 0,8 derajat Celcius sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020,” tulis BMKG melalui akun Twitter resmi @infoBMKG, dikutip Senin (24/4/2023).
Lebih lanjut, disampaikan BMKG, 2020 menjadi tahun terpanas kedua untuk Indonesia dengan nilai anomali 0,7 derajat Celcius, diikuti 2019 yang berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0,7 derajat Celcius.
Perubahan iklim yang terjadi selama beberapa tahun terakhir di Indonesia terus berlanjut.
Meningkatnya konsentrasi CO2 dari 372ppm menjadi 413 ppm, cuaca ekstrem dan keberadaan pulau-pulau kecil yang terancam menjadi bukti dari perubahan iklim.