WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Semua orang pasti sudah mengenal buah durian. Sesuai dengan namanya, buah dengan permukaan kulitnya penuh duri.
Buah ini populer mulai dari masyarakat di tepi hutan hingga kalangan kelas atas.
Masyarakat tepi hutan bisa memanen langsung buah dari pohonnya atau menunggu buahnya jatuh. Sedangkan orang kota bisa menemukan buah tersebut di berbagai supermarket dengan kelas premium.
Saat ini buah durian langka yang berasal dari pedalaman Kalimantan, bermunculan di pasar Kota Banjarmasin.
Seperti yang terlihat di tempat penjualan buah-buahan kawasan Jalan Gatot Soebroto Banjarmasin, Selasa (7/2/2023), terdapat tumpukan penjualan durian berkulit warna merah kehitaman yang disebut buah durian “Layung”.
BACA JUGA:VIRAL TikTok Bule Terobsesi Durian, Makan Tiap Hari Selama 3 Minggu, Ini Kekhawatiran Netizen
Sementara ada juga durian yang bentuknya bulat tapi bentuk kulit berduri panjang dan tajam yang disebut buah durian “Karatongan”.
“Dua jenis buah ini masih family durian hanya bentuk buah dan rasa saja yang berbeda dengan durian kebanyakan,” kata seorang pedagang Utuh (54) kepada para pembeli yang berkerumun di lokasi tersebut.
Durian kulit merah dijual Rp50 ribu per biji, sementara berduri lancip dijual Rp40 ribu per biji, sedangkan durian “Pampakin” Rp40 ribu per biji, dan durian biasa bervariasi antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per biji.
Utuh menyebutkan kedua jenis durian tersebut didatangkan dari Pegunungan Meratus, dan dua jenis durian dari puluhan jenis durian lain yang juga terbilang langka di wilayah ini.
Ia menunjuk buah durian merah yang disebut sebagai buah Layung isinya berwarna kuning, seperti buah Pampakin juga jenis durian langka yang kulit buah warna kuning dan isi juga warna kuning.
Tapi jika buah serupa, artinya durian dengan warna kulit merah kehitaman, tetapi warna isi putih itu disebut sebagai buah durian Layung, tambahnya.
BACA JUGA: Adi Jauh-Jauh dari Banjarmasin Nikmati Durian di Cafe Durian Tabalong
Menurut cerita pedagang ini ada puluhan jenis durian di pedalaman Kalimantan Selatan ini seperti dari Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, maupun Kabupaten Tapin.
Kabupaten yang berada di hamparan Pegunungan Meratus ini yang menyimpan aneka plasma nutfah yang unik unik dan langka
Nama lokal durian tersebut beragam jenis, seperti Lahung, Layung, Mantaula, Mantuala, Lekol, Mahrawin, Karatongan, Pampakin, dan beberapa nama lainnya yang membedakan bentuk buah, bentuk duri kulit, warna kulit, warna isi, dan isi serta aroma.
Bahkan ada satu jenis durian yang dulu sudah dianggap punah ternyata kembali ditemukan di Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, yang disebut Durian Trako. Isi buahnya merah sementara kulitnya kuning keemasan.
Sementara durian yang biasa juga ternyata aneka spisies, ada yang disebut durian Biih, durian Tanjung, dan banyak lagi nama namanya yang lain, demikian keterangan pedagang tersebut.
Bagaimana Rasanya
Durian Layung, yang daging buahnya tipis, rasanya manis, dengan perpaduan rasa durian dan pampakin (varian durian kuning/orange). Warna daging buahnya seperti margarine, tapi sayang tipis tapi enak dan khas
Sedangkan buah mahlawin, ukuran buahnya sama dengan layung, dengan warna kulit hijau, durinya lebih panjang dari durian.
Rasa buah mahlawin, ada rasa durian tapi beda dengan durian. Rasanya lebih maknyuss. Harganyanya, kalau ukurannya lebih besar Rp 25 ribu per biji. (wartabanjar.com/ant/berbagai sumber)
Editor : DTM
WOW! Durian Langka dari Pedalaman Kalimantan Muncul di Banjarmasin, Gimana Rasanya Ya?
Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com