Dikatakannya, pemantauan kualitas air sungai selama ini rutin dilakukan provinsi dan kabupaten/kota pada titik pemantauan yang ditentukan berdasarkan kewenangan.
Untuk provinsi sendiri melakukan pemantauan pada sungai-sungal lintas kabupaten/kota.
“Untuk wilayah Banjarbaru pemantauan kualitas air yang dilakukan oleh DLH Provinsi Kalsel dilakukan di saluran irigasi dengan titik pantau di intake PDAM Intan Banjar Kelurahan Mentaos,” ujar Kadis LH.
Sementara itu untuk kabupaten/kota melakukan pemantauan pada sungai-sungai yang berada di wilayahnya.
DLH Kota Banjarbaru melakukan pemantauan di beberapa sungai di antaranya Sungai Basung, Sungai Durian, dan Sungai Kemuning.
Kadis LH juga menyinggung soal kegiatan pengelolaan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarbakula selama dua hari terakhir.
Dikatakannya, pihak TPA Banjarbakula fokus melakukan perbaikan saluran lindi dan pada hari Kamis (12/1) lalu juga dilakukan pembersihan lumpur di saluran lindi.
Air lindi sendiri, terang Hanifah, biasanya keluar pada saat volume air melebihi batas bak penampungan yang terjadi akibat hujan deras namun komposisinya masih dalam batas ambang aman karena tercampur dengan air hujan sekitar 70 persen sebagai upaya agar air lindi tidak mencemari lingkungan, pihak TPA Banjarbakula selalu menjalankan pengelolaan air lindi sesuai dengan SOP.
“Pihak TPA telah dilakukan penyedotan pada instalasi pengolahan air limbah yang tersumbat dan lumpur hasil penyedotan dibuang ke landfill,” ucap Hanifah. (edj/mc)
Editor: Erna Djedi







