Video Viral Qariah Disawer, Nadia Hawasyi Buka Suara 'Saya Merasa Direndahkan'
WARTABANJAR.COM - Video qariah disawer saat melantunkan ayat suci Alquran di atas panggung viral di media sosial.
Adalah Nadia Hawasyi, qariah yang akhirnya buka suara terkait dengan video viral dirinya disawer di atas panggung.
Melalui instagram priabdinya, nadiahawasyi6050, ia mengklarifikasi video tersebut.
"Saya mau sedikit menjelaskan dan mengklarifikasi video viral saya di medsos, ketika saya mengaji di atas panggung, saya disawer."
Baca Juga
Didudga Konslet Rumah di HSS Terbakar
Ia menegaskan peristiwa tersebut sama sekali tidak diketahuinya sejak awal. Jika panitia memberitahukan, ia memastikan akan melarangnya.
"Kalaupun dari awal acara bahwa saya nanti akan disawer pasti akan saya larang pasti akan saya tolak. Karena di atas panggung saya juga perlu ketenangan, atur nafas tidak terganggu jamaah."
"Saya tegaskan kejadiannya spontan tanpa saya mengetahui sama sekali."
Sebelumnya Nadia mengaku langsung turun panggung dan meluapkan keluhannya pada panitia.
"Saya shodaqallah langsung turun panggung dan saya tegur panitianya. Saya merasa direndahkan sekali, diperlakukan tidak sopan oleh para panitia," kata Nadia.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafis geram melihat rekaman video viral yang memperlihatkan seorang qariah disawer uang oleh beberapa jemaah yang hadir saat sedang membaca ayat suci Alquran.
Cholil menyatakan saweran uang kepada qari atau qariah merupakan cara yang salah dan tak menghormati majelis.
“Ini cara yang salah dan tak menghormati majelis. Perbuatan haram dan melanggar nilai-nilai kesopanan,” kata Cholil yang dicuitkan melalui akun Twitternya @cholilnafis, Kamis (5/1).
Dari rekaman yang viral diduga peristiwa itu terjadi di Tangerang, Banten, di mana qariah bernama ustazah Nadia Hawasyi melantunkan ayat Alquran di panggung peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Cholil meminta agar acara dan perbuatan sawer uang ke qari seperti demikian bisa dihentikan. Ia juga berharap para ulama dan tokoh masyarakat untuk menolak tradisi seperti demikian.
“Jangan menganggap ini tradisi yang baik. Jelas cara ini bertentangan dengan ayat-ayat yang dibaca qoriah,” kata dia.