Dengan demikian, Bank Kalsel benar-benar terasa hadir dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Terpisah, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya ketika dikonfirmasi mengatakan, apa yang sudah disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Kalsel dianggapnya salah satu temuan yang baik bagi Bank Kalsel.
“Semakin banyak Bank Kalsel memberikan layanan kepada UMKM maka 25 debitur intinya akan turun. Aset Bank Kalsel masih 18 triliun,” katanya.
Dijelaskannya, Bank Kalsel butuh pertumbuhan dan pertumbuhan tercepat di korporasi-korporasi. Meski demikian, masuk ke korporasi tidak lantas serampangan, seperti korporasi tiruan.
“Satu nasabah bisa dikasih Rp 300 miliar, itu yang mempercepat analisis debitur inti Bank Kalsel jadi lebih besar. Tahun ini, pertumbuhan years on years UMKM diangka 60 persen dan kalau tahun depan membikin 60 persen lagi, maka dirinya optimistis 2023 debitur inti akan turun dan kembali ke angka normal 25 persen,” jelasnya.
Hanawijaya juga menjelaskan, modal Bank Kalsel sekarang ini Rp 2,2 triliun dan akan menjadi Rp 3 triliun pada saat Desember 2024. Maka kalau modalnya sudah Rp 3 triliun, maka pembiayaan Bank Kalsel bisa mendekati angka Rp 900 miliar mendekati angka Rp 1 triliun , sehingga Bank Kalsel bisa ikut partisipasi seperti Himbara dan pembiayaan proyek-proyek besar seperti di IKN.
“Maka strategis sekali kalau 2024 sudah Rp 3 triliun,” imbuhnya. (has)
Baca Juga :
SSssttt!! BPK Periksa Proses Pembelian Mobil Pemadat Sampah DLH Banjarmasin
Editor : Hasby







