WARTABANJAR.COM, ANGSANA –  Menyukseskan program Satu Desa Satu Masjid di Kecamatan Angsana, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Angsana Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil Angsana menyerahkan bantuan bahan pokok (sembako) kepada ustadz dan ustadzah di masjid tersebut.

Ada enam masjid yang menerima bantuan sembako tersebut yakni masjid di Desa Banjarsari, Karang Indah, Sumberbaru, Bayansari, Makmur, dan Mekarjaya Kecamatan Angsana yang menerima bantuan sembako berupa beras, telur, minyak goreng, dan mie instan, Selasa (11/10) kemarin.

Camat Angsana, Liana Hamita mengatakan, bantuan sembako diharapkan dapat memotivasi para peserta program satu desa satu masjid khususnya para santri dan para ustadz/Ustadzah, serta dapat memacu semangat bagi desa lain yang masih dalam tahapan proses menuju berjalannya program santri bermalam dimasjid.

Ia menambahkan diperlukan upaya-upaya lebih keras lagi dengan berinovasi untuk lebih memastikan program ini dapat berjalan lebih meluas dan berkesinambungan, sebagaimana upaya yang dimulai dari internal dengan mengadakan jimpitan (iuran suka rela), sumbangan sukarela, dan melibatkan pihak ketiga untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan tersebut.

Ucapan terimakasih disampaikan camat kepada Muspika dan seluruh jajaran pemerintahan desa se-Kecamatan Angsana, dan dukungan pihak ketiga melalui program-program pemberdayaannya yang mendukung program satu desa satu measjid.

Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan  saat ini tengah menggelorakan program spiritual keagamaan sebagaimana telah dicanangkan oleh Bupati Abah HM Zairullah Azhar yakni program Satu Desa Satu Masjid.

Program ini bertujuan membangun Tanah Bumbu dari sisi spiritual keagamaan yang diharapkan dapat menciptakan generasi yang berakhlak mulia untuk kader-kader pembangunan Tanah Bumbu dimasa depan.

Program ini secara masif dilaksanakan diseluruh Kabupaten Tanah Bumbu tak terkecuali

di wilayah Kecamatan Angsana.

Dalam program ini selain akan berimplikasi terhadap syiar islam dan memakmurkan masjid, juga akan menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan generasi yang religius.

Metodenya dengan cara belajar dan berdoa tanpa putus dimasjid sehingga anak-anak diupayakan bermalam dimasjid dengan pendampingan oleh para ustadz atau ustadzah.