Siti menambahkan, kemungkinan empat pasangan capres dan cawapres hadir di Pilpres 2024 cukup menjanjikan sejauh ini. Namun, menurutnya, kemungkinan itu bisa berubah karena politik masih berjalan dinamis.
“Ketika ada parpol yang tidak puas dan menyeberang ke koalisi lainnya,” ujar dia.
Wacana Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat berkoalisi menguat dalam beberapa waktu terakhir. Kabar itu kian santer setelah tiga petinggi dari tiga parpol itu duduk satu meja di acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir Juli 2022 lalu.
Rencana koalisi Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat pun diisukan bakal mengusung duet Anies dan AHY. Isu tersebut semakin menguat usai NasDem menjagokan Anies di 2024 lewat hasil Rakernas partai.
Sementara itu, DPP Partai Berkarya menyatakan siap mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Agustus 2022.
“DPW dan DPD sangat solid gotong royong, sehingga Partai Berkarya siap untuk mendaftar di KPU tanggal 12 Agustus mendatang,” kata Ketua DPP bidang Politik dan Pemerintahan, Muhammad Alkahfi Try Dalle, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Hal tersebut dikatakan Dalle menanggapi komentar Sekjen Partai Berkarya nonaktif Badaruddin Andi Picunang yang berharap kader Partai Berkarya menghindari munaslub sebelum dinyatakan lolos menjadi peserta Pemilu 2024 atau sebaiknya munas bersama.
“Badaruddin adalah sekjen yang sudah menyatakan nonaktif di Partai Berkarya, saya pikir itu ucapan dari seorang yang tidak berprinsip. ketidakprinsipanya wajar memang karena mungkin kesehatannya yang sedang terganggu,” katanya.