Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Ojek
Selanjutnya, mayoritas mata uang utama di negara-negara Eropa dan Australia bervariasi.
Misalnya, euro Eropa melemah 0,08 persen, dolar Australia melemah 0,06 persen.
Sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,02 persen dan dolar Kanada melemah 0,07 persen.
Senior Analyst DC Futures, Lukman Leong mengatakan dolar AS sedikit menekan rupiah karena pelaku pasar menantikan data inflasi AS yang akan dirilis malam ini.
“Pasar mengantisipasi tingkat inflasi di AS akan menurun dan rupiah diperkirakan bisa menguat apabila inflasi AS lebih rendah atau paling tidak sesuai dengan konsensus yakni menurun dari 9,1 persen menjadi 8,7 persen,” ujar Lukman.
Ia memperkirakan besok Kamis (11/8/2022) rupiah bergerak di rentang Rp14.800 hingga Rp14.930 per dolar AS. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







