Jelang Rilis Data Inflasi, Mayoritas Mata Uang Negara-negara Asia Keok, Rupiah Melemah Jadi Rp14.870

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Hari ini, Rabu (10/8/2022) sore, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.870 per dolar AS.

Kondisi ini melemah 18 poin atau 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.862 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga tampak melemah.

Won Korea Selatan melemah 0,47 persen, peso Filipina melemah 0,13 persen, yuan China melemah 0,08 persen.

Tak hanya itu, ringgit Malaysia pun turut melemah 0,07 persen dan baht Thailand melemah 0,20 persen.

Sedangkan dolar Singapura menguat 0,05 persen.

Baca Juga:

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Ojek

Selanjutnya, mayoritas mata uang utama di negara-negara Eropa dan Australia bervariasi.

Misalnya, euro Eropa melemah 0,08 persen, dolar Australia melemah 0,06 persen.

Sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,02 persen dan dolar Kanada melemah 0,07 persen.

Senior Analyst DC Futures, Lukman Leong mengatakan dolar AS sedikit menekan rupiah karena pelaku pasar menantikan data inflasi AS yang akan dirilis malam ini.

“Pasar mengantisipasi tingkat inflasi di AS akan menurun dan rupiah diperkirakan bisa menguat apabila inflasi AS lebih rendah atau paling tidak sesuai dengan konsensus yakni menurun dari 9,1 persen menjadi 8,7 persen,” ujar Lukman.

Ia memperkirakan besok Kamis (11/8/2022) rupiah bergerak di rentang Rp14.800 hingga Rp14.930 per dolar AS. (berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal

Baca Juga :   REKAYASA LALU LINTAS Haul Guru Zuhdi Ke-6, Polresta Banjarmasin Imbau Jamaah Perhatikan Jalur Parkir dan Arus Pulang

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca