Rusia Terus Merangsek, Bersiap Menyerbu Lysychansk Dekat dengan Ibu Kota Ukraina
WARTABANJAR.COM, KYIV - Tentara Rusia dan pasukan Donetsk serta Luhansk dilaporkan bersiap mengalihkan serbuan ke arah kota Lysychansk usai menduduki sepenuhnya kota utama Severodonetsk seperti laporan France24, Minggu (26/6/2022).
Saat perang memasuki bulan kelima, perebutan Severodonetsk menandai kemenangan strategis penting bagi Moskow, yang berusaha mendapatkan kendali penuh atas timur negara itu setelah gagal dalam tujuan awalnya.
Baca juga:
Jemaah Haji Keloter Banjarmasin Wafat di Tanah Suci, Berikut Identitasnya
Satu Jemaah Haji Indonesia Alami Laka Lantas di Depan Hotel, Begini Kronologinya
Pusat industri itu menjadi tempat pertempuran selama berminggu-minggu sebelum tentara Ukraina mulai menarik pasukannya yang bersenjata untuk mempertahankan kota tetangga Lysychansk dengan lebih baik.
"Kota ini telah sepenuhnya diduduki oleh Rusia," kata Wali Kota Oleksandr Striuk, Sabtu (25/6).
Lysychansk hanya berjarak sekitar 700 kilometer dari Kyiv, ibu kota Ukraina.
Beberapa jam sebelumnya, separatis pro-Moskow mengatakan pasukan Rusia dan sekutu mereka telah memasuki Lysychansk, yang menghadap Severodonetsk di dataran tinggi di seberang sungai Donetsk.
Ukraina mengatakan pasukan Rusia sudah "secara paksa menduduki" sebuah kota kecil di selatan kota yang sangat penting, Lysychansk, di kawasan Luhansk timur pada Jumat.
Kejatuhan kota kecil itu, Hirske, beserta sejumlah daerah permukiman di sekitarnya membuat Lysychansk berada ujung tanduk penguasaan dari tiga sisi oleh pasukan Rusia yang merangsek maju.
Lysychansk adalah kota utama terakhir di Luhanks yang berada di bawah kendali Ukraina. Moskow, sementara itu, menyatakan pihaknya telah mengepung sekitar 2.000 tentara Ukraina di daerah tersebut.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya sudah mengepung hingga 2.000 tentara Ukraina, termasuk 80 petempur asing, di Hirske. Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran laporan tersebut.
Juru bicara pemerintah regional menolak berkomentar soal pernyataan kemenhan Rusia itu.
Penangkapannya akan memberi Rusia kendali atas seluruh wilayah Lugansk di Donbas.
"Pertempuran jalanan saat ini sedang berlangsung," kata perwakilan separatis, Andrei Marochko, di Telegram, dalam klaim yang tidak dapat diverifikasi secara independen.