Seperti, sebut Sandiaga, digelarnya event daerah yang bisa digabungkan dengan akomodasi perjalanan baik pesawat sampai penginapan.
“Kami juga membutuhkan kerja sama dengan perusahaan swasta seperti perusahaan teknologi atau perusahaan daerah. Saya yakin dengan skema ini insyaAllah kita dapat mengejar target investasi pariwisata tahun ini mencapai 2,5 Miliar Dollar AS,” jelasnya.
Sandiaga pun menjelaskan skema subsidi silang tersebut.
Skema ini memungkinkan adanya penjualan paket-paket wisata yang di dalamnya mencakup event, destinasi, akomodasi, hingga tiket pesawat.
Pengelola tempat wisata, penyelenggara event, dan operator pesawat, menurut Sandiaga, dapat bekerja sama.
“Perusahaan-perusahaan besar itu bisa melakukan cross subsidi sehingga paket yang ditawarkan itu akan lebih keseluruhan lebih terjangkau harganya,” ucapnya.
Sandiaga menyatakan industri penerbangan telah menghadapi paceklik selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Bisnis industri penerbangan tersungkur hingga menyebabkan para pekerjanya di rumahkan.
Dia berharap subsidi silang dapat mendorong pemulihan industri penerbangan. Pada saat yang sama, masyarakat pun bisa memperoleh harga tiket yang lebih terjangkau
“Untuk menyelenggarakan event di daerah dan dikemas dalam bundling hingga para wisatawan yang akan mengikuti event tersebut mendapatkan paket yang lebih terjangkau,” kata Sandiaga. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







