WARTABANJAR.COM - Sebuah video yang merekam seorang pria ngamuk di rumah sakit viral di media sosial dan aplikasi TikTok.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria bertubuh gempal mengenakan baju kuning berteriak dan berbicara dengan nada tinggi.

Pria yang mengenakan topi dan celana selutut dan sendal jepit itu, berteriak sambil menunjuk-nunjuk dan berkacak pinggang.

Baca juga:

Warga Kompleks Merpati Indah Basirih Ini Simpan Sabu Dalam Kipas Angin, Diduga Distributor Narkoba Wilayah Banjarmasin

Sudah Ratusan Tim Mendaftar Lomba Ketangkasan BPK Se Kalsel di Amuntai

Sesekali ia menunjuk ke arah ranjang pasien yang berada di sudut ruangan.

Dari keterangan di video tersebut, pria ini ngamuk di sebuah rumah sakit.

Pria ini membentak petugas yang ada di rumah sakit tersebut.

"Apa yang akan terjadi!" ujarnya sambil menunjuk ke arah ranjang di mana terbaring seseorang yang terdengar mengerang kesakitan.

"Dikasih infusan kek," ujarnya lagi sambil memukul tepi ranjang pasien tersebut.

Pria ini ternyata adalah Kepala Desa Duren, Kecamatan Klaring, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Baca juga:

Viral Pesan Berantai Pasangan Pesugihan di Banjarbaru Cari Tumbal Anak-Anak, ini Kata Kapolres

Menurut pria ini, sebagaimana diamanatkan undang-undang bahwa negara wajib memelihara orang terlantar.

"Dia ini warga saya! Kalian jangan cuma profit oriented!" ujarnya dengan nada tinggi.

Kades ini bahkan mempersilakan petugas rumah sakit melaporkan dirinya.

Si pengunggah video memberikan keterangan bahwa pria ini ngamuk karena warganya tidak mendapat pelayanan maksimal di rumah sakit.

"Pria berkaus kuning itu tak lain adalah Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, Abdul Halim alias Ebeh Halim.Ebeh Halim ngamuk dan teriak di rumah sakit lantaran kecewa ada warganya ditelantarkan perawat dan dokter di rumah sakit tersebut," begitu keterangan yang ditulis akun @eganugrahasusanto14EGA, yang mengunggah video ini di aplikasi TikTok.

Warganet pun ramai memberikan dukungan terhadap kades ini.

Menurut netizen, sikap kades ini patut ditiru karena membela warganya. (edj)

Editor: Erna Djedi