Seorang Pria Mabuk Harus Berurusan dengan Polisi New York Setelah Coba Tabrak Paksa Rumah Taylor Swift

Dia bahkan mengakui itu sebagai ancaman terhadap keselamatannya.

“Ini juga salah satu ketakutan terbesarku,” katanya.

Taylor Swift juga menyebut sempat menggunakan teknologi pengenalan wajah di beberapa konser untuk mengidentifikasi penguntit potensial di antara kerumunan.

“Banyak banget yang nguntit, coba-coba masuk ke rumah, harus siap banget sih buat hadapi hal-hal buruk,” tulisnya dalam esai tahun 2019 untuk Elle.

Dia menambahkan, gara-gara ini tiap hari dia mencoba untuk mengingatkan diri sendiri tentang kebaikan di dunia, cinta yang disaksikannya, dan keyakinan yang dimilikinya dalam kemanusiaan.

Berdasarkan informasi, pada Juni 2019 yang lalu, seorang pria di Iowa juga pernah ditangkap setelah bepergian ke Rhode Island.

Saat itu dia diduga hendak melakukan perampokan dan ‘mengunjungi’ Taylor Swift dengan peralatan termasuk tongkat bisbol aluminium.

Tak hanya itu, seorang pria bernama Roger Alvarado juga telah ditangkap beberapa kali karena membobol rumah Taylor Swift di Manhattan dalam beberapa tahun terakhir. (brs/berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal