WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN-Beredar kabar simpang siur terkait jumlah korban kecelakaan maut dan beruntun di Rapak, Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022), Polda Kaltim kemudian memberikan penjelasan.

Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan hingga Jumat (21/1/2022) ini berdasarkan pendataan sementara pihaknya di 5 rumah sakit, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan itu ada 4 orang, luka berat 4 orang dan luka ringan 26 orang.

Sementara itu, terkait korban seorang bocah lelaki yang diamankan di sebuah klinik yang dikabarkan ibunya telah meninggal dunia dan ayahnya masih hidup namun luka berat itu tidak benar.

"Ayahnya bernama M Yamin masih hidup, luka berat dan sedang dirawat di RS Kanurjoso, ibunya bernama Maluwiyah juga masih hidup sedang dirawat di RS Beriman," katanya.

Terkait sopir truk yang menabrak banyak kendaraan di lampu merah Rapak, katanya saat ini sedang diamankan di Polresta Balikpapan.

"Kondisi sopirnya sehat dan sadar. Dia mengakui kalau truk seharusnya tidak boleh masuk kota di jam 6-9 pagi, tapi dia memaksa masuk karena pengen cepat sampai di tujuan yaitu Kampung Baru dari Kilometer 13," ujarnya lagi.

Sopir tersebut berinisial MT.

Kombes Pol Sonny Irawan menambahkan bahwa truk kontainer berisi kapur pemutih air itu mengalami rem blong dan pompa rem tidak berfungsi.

Sang sopir saat diperiksa polisi mengatakan bahwa dia baru sadar remnya blong saat di lampu merah Rapak tersebut.

"Pompa rem katanya nggak berfungsi, dia bingung pas di turunan rem nggak bisa dan baru sadar remnya blong pas di turunan itu," ujarnya.

Keterangan dari Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Sonny Irawan terkait kecelakaan maut di turunan Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022). Video: istimewa

(bjg)

Editor: Yayu Fathilal