Ledakan Dahsyat dari Sebuah Rumah di Pandeglang, Jibom Gegana Lakukan Penyisiran
WARTABANJAR.COM, BANTEN - Ledakan dahsyat terjadi di sebuah rumah di Kampung Cisaat, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, Banten, pada Minggu (9/1/2022) malam.
Akibatnya, satu unit rumah warga porak poranda imbas ledakan tersebut hingga menewaskan seorang penghuni rumah. Warga menduga ledakan tersebut berasal dari kebocoran tabung gas.
Pasca ledakan rumah tersebut, Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten melakukan Penyisiran di Desa Tangkilsari, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang.
Wartabanjar.com melansir dari laman resmi Divisi Humas Polri, tampak anggota tim Gegana berpakaian lengkap melakukan pemeriksaan di puing rumah yang hancur.
Terlihat pula police line terpasang di sekeliling rumah tersebut.
Sebelumnya, ledakan terjadi pukul 21.00 WIB malam.
Warga menyebutkan, ledakan tersebut menimbulkan suara dentuman yang amat besar.
Bahkan, suara ledakan itu juga sampai terdengar hingga ke perkampungan warga yang berada di sekitar rumah korban.
Kepolisian sendiri belum bisa mengambil kesimpulan terkait pemicu ledakan tersebut.
Polisi hanya menyebut ledakan keras tersebut terdengar hingga radius sejauh 10 kilometer.
"Kami belum bisa pastikan penyebab ledakannya bersumber dari benda apa. Tapi yang jelas, menurut penuturan warga setempat, suara ledakan itu terdengar hingga sejauh 10 kilometer," kata Kapolsek Cimanggu, Iptu Darwin Khairul Syafari dikutip wartabanjar.com dari detikcom.
Tim inafis Polres Pandeglang tiba di lokasi semalam untuk mengidentifikasi sumber ledakan yang terjadi pada pukul 20.30 WIB tersebut.
"Tapi memang sumber ledakan itu asalnya dari ruangan dapur. Identifikasi lebih lanjutnya masih menunggu tim inafis polres. Sekarang masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian," tuturnya.
Penghuni rumah di sana dilaporkan tewas di tempat bernama Ulung (38). Korban dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi tubuh yang sudah hancur.
Istri korban bernama Lina (36) dan seorang anaknya dinyatakan selamat dalam peristiwa maut tersebut. Mereka lalu dilarikan warga ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan medis. (edj/berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi