WARTABANJAR.COM, SUNGAI TABUK – Perkelahian terjadi antara tiga orang melawan satu orang di Sungai Lulut, Banjarmasin, Sabtu (13/11/2021) sekitar waktu maghrib, menyebabkan satu orang tewas.

Kapolsek Sungai Tabuk, Iptu Siswadi beserta Kanit Reskrim dan Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan dan keterangan dari para saksi yang berada di tempat kejadian. Pelaku berhasil diamankan Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.

Diperoleh informasih bahwa pelaku berada di rumah yang beralamat di Sei Lulut Sungai Tabuk.

Diungkapkan Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Suwarji kepada wartabanjar.com, Senin (15/11/2021), begitu mendapatkan informasi tersebut Kapolsek dan anggota bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Rt setempat.

Selanjutnya mendatangi rumah pelaku didampingi Ketua Rt setempat. Sesampainya di rumah pelaku, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Sungai Tabuk, guna mempertanggugjawabkan perbuatannya.

Pelaku berinisial MHA (19) warga Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

“Barang bukti berupa  pisau yang digunakan oleh pelaku,” katanya.

Lanjut Iptu Suwarji, berdasarkan keterangan pelaku, pisau dibuang di semak semak  dan rawa dekat sungai. Pda pagi harinya setelah terang di lakukan pencarian pisau tersebut oleh petugas.

Adapun kronologisnya, pada Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 19. 00 wita, di Komleks Putra Gemilang Raya Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, pelaku bersama dua rekannya  mencari Adam  yang sebelumnnya sudah ada permasalahan.

Pada waktu itu pelaku bertemu dengan Adam dan korban bernama Safitriansyah (37) sedang berjalan kaki,  pelaku dan Adam cekcok mulut. Korban  tidak  terima dan langsung menampar pelaku, dan langsung pelaku mencabut belati.

Melihat pelaku mencabut belati, korban langsung lari dan di kejar oleh pelaku , korban terjatuh dan bergumul dengan pelaku dan di tusuk secara brutal  sebanyak dua kali. Korban sudah luka korban berteriak minta tolong , warga berdatangan dan pelaku langsung lari.