WARTABANJAR.COM, BALANGAN-Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Senin (15/11/2021), di antaranya adalah Kabupaten Balangan.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, ada lima desa di Kecamatan Tebing Tinggi terdampak banjir.

Kelima desa tersebut adalah:

  1. Desa Juuh RT 3 & 4
  2. Desa Auh RT 4 & 2
  3. Desa Mayanau RT 2
  4. Desa Tebing Tinggi RT 2
  5. Desa Campan

Saat berita ini diolah Senin (15/11/2021) pukul 15.00 Wita, dilaporkan debit airnya sudah menurun.

Menurut Kalak BPBD Balangan, H Rahmi, debit air mulai naik hari ini sejak pukul 05.15 Wita.

Akibatnya, 176 rumah warga di lima desa di atas, 193 kepala keluarga dan 578 jiwa terdampak banjir ini.

Kronologisnya:

  • Dikarenakan curah hujan yang tinggi di daerah pegunungan membuat meluapnya air sungai lalu luapannya sampai ke pemukiman penduduk yang bermukim di wilayah tersebut.
  • Sekitar jam 05:15 Wita, air mulai menggenangi dan merendam beberapa rumah, jalan raya, tempat ibadah dan sekolah.

Desa yang Terdampak Banjir:

Desa Juuh RT 3 & 4:
50 Buah Rumah
-Kk 56, 166 jiwa

1 Fasilitas umum (Poskesdes)

Jalan raya yang terendam banjir : Panjang -+ 300 M, lebar -+ 5-8 meter, tinggi air bervariasi antara 30 cm s/d 1,5 meter

Desa Auh RT 2 dan 4:

6 Buah Rumah

6 Kk , 18 Jiwa
Tinggi : Bervariasi antara 30 cm s/d 1,2 meter

Desa Mayanau Rt 1 dan 2:

105 Buah Rumah

110 KK, 340 jiwa
Jalan raya yang terendam banjir :panjang -+ 200 meter, lebar -+ 4-5 meter, tinggi bervariasi antara 80 cm s/d 1 meter

Desa Campan:

0 buah rumah

0 KK , 0 jiwa
Jalan yang terendam banjir : panjang -+ 300 meter, lebar -+ 5-7 meter, tinggi bervariasi antara 30 cm s/d 1 meter.

Desa Tebing Tinggi Rt 2:

15 buah rumah

18 KK, 54 jiwa
Jalan yang terendam banjir: panjang -+ 20 meter, lebar -+5 meter, tinggi bervariasi antara 30 cm s/d 50 meter.

Selain itu, BPBD Balangan memperingatkan warga jika air di pegunungan kembali mengguyur, maka kemungkinan debit air yang mengalir ke perkampungan warga akan kembali naik. (dyn)

Editor: Yayu Fathilal