Kabupaten Banjar Masih Rendah Serap Anggaran Dukungan Vaksinasi Covid-19
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah terus mendorong percepatan capaian vaksinasi Covid-19. Dalam menetapkan level PPKM ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis satu, dimana level PPKM Kabupaten/Kota dinaikan satu level apabila capaian total vaksinasi dosis satu kurang dari 40 persen.
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 58 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
PPKM Level 1 di Kalsel adalah Kabupaten Tanah Bumbu. Level 2 di Kalsel adalah Kabupaten Tapin, Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru.
Sedangkan Level 3 yakni Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Balangan.
Capaian vaksinasi terkait dengan realisasi penyerapan anggaran.
Kepala Perwakilan BPKP Kalsel, Rudy M Harahap mengatakan, Realisasi anggaran sampai dengan minggu ini beberapa kabupaten di Kalsel masih rendah. Salah satunya adalah Kabupaten Banjar yang persentasenya hanya 2,89 persen.
Berdasarkan data Kantor Perwakilan BPKP Kalsel, anggaran untuk Kabupaten Banjar Rp 18.216.332.800, realisasinya baru Rp 525.580.000. Kabupaten Hulu Sungai Utara serapan anggaran juga masih rendah, 1,50 persen dari nilai anggaran Rp 8.224.390.000 sedangkan realisasinya Rp 123.330.000.
Rudy M Harahap mengatakan, Kabupaten Banjar sendiri sudah membayarkan tenaga kesehatannya. Dirinya pun menghimbau agar membayar segera vaksinator agar yang ditargetkan oleh Presiden 70 persen tercapai.
“Harus ada tim administrasi yang secara serius mendata biaya-biaya apa terkait vaksinasi yang belum diperhitungkan dan dibayar. Hal ini perlu segera karena akan tutup tahun anggaran,” katanya kepada wartabanjar.com, Sabtu (13/11/2021).
Ditegaskannya, penyerapan anggaran ini juga penting untuk menggerakkan perekonomian daerah tahun 2022. Dengan demikian, pendapatan asli daerah tahun 2022 juga bisa meningkat tajam dan pemulihan ekonomi bisa segera terjadi di Kalsel.
Wartabanjar.com masih berupaya mengonfirmasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr Diauddin. (has)
Editor : Hasby