Kisah Ulama Mufti yang Usir Keturunan Rasulullah

Sang penjaga berkata, “Engkau harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Rasulullah SAW!”.

Sang ulama segera mendatangi Rasulullah yang berdiri tak jauh dia berada. “Duhai Rasulullah, aku fulan bin fulan.

“Dulu aku sewaktu di dunia mencintaimu, banyak bersalawat padamu, mengapa aku tidak diizinkan memasuki istana yang indah itu. Akuilah aku sebagai umatmu. Berilah aku syafaatmu,” ucap Sang Mufti.

Lantas dijawab oleh Rasulullah, “Mana bukti engkau umatku?!”

Si ulama terdiam tak mampu membuktikan apa-apa.

“Mengapa saat datang keturunanku meminta perlindungan padamu, engkau masih mempertanyakan dan meminta bukti?”.

“Engkau katakan cinta padaku, namun kau memusuhi anak dzuriat keturunanku. Engkau bela orang yang membela orang yang memusuhi anak cucuku. Tidak ada cinta bagi orang yang tak mencintai keturunanku!”.

Sang ulama itu terbangun.

Ia menangis sejadi-jadinya. Ia sangat menyesal mengabaikan janda Syarifah miskin beserta anak-anaknya yang hanya sekedar meminta pertolongan. Esok harinya, ulama itu pergi mencarinya.

Berhari-hari ulama itu mencari keberadaan sang  Syarifah itu.

Bertanya ke sana ke mari. Hingga, didapatlah kabar sekarang Syarifah itu telah mendapatkan tempat tinggal sementara di rumah seorang tokoh pemuka agama Yahudi.

Sang ulama mengatakan, “Serahkan Syarifah yang tinggal di rumahmu itu padaku, biar aku saja yang menampungnya”.

Namun, sang pemuka Yahudi itu menolak menyerahkan Syarifah dan anak-anaknya.

Bahkan, tokoh Yahudi itu telah memberikan separuh bagian rumahnya untuk ditinggali selamanya oleh Syarifah dan anak-anaknya.

Baca Juga :   Data Sementara 18 Mobil Terbakar di Area Pelelangan Citra Graha

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI