Level PPKM Jadi 2, Kota Banjarbaru Akan Lakukan PTM 11 Oktober 2021 Nanti
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Menyusul level PPKM Kota Banjarbaru turun jadi 2, Pemerintah Kota Banjarbaru akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Senin (11/10/2021) nanti.
Pihaknya kemudian melaksanakan apel kesiapan PTM di SD Negeri 2 Loktabat Selatan kota Banjarbaru pada Kamis (7/10/2021) lalu dihadiri oleh Wali kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dan Wakilnya Wartono, Ketua DPRD kota Banjarbaru Fadliansyah Akbar, Forkopimda kota, SKPD terkait serta diikuti oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite dari tingkat PAUD hingga SMP di kota Banjarbaru.
Apel ini digelar sebagai upaya persiapan PTM.
Selain itu, wali kota Banjarbaru bersama wakilnya juga meninjau langsung simulasi kegiatan PTM di sekolah tersebut mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara tertutup (indoor) maupun terbuka (outdoor).
Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin mengatakan pihaknya berusaha menjaga kesehatan lingkungan sekolah dengan cara melakukan peninjauan dan penyemprotan desinfektan secara berkala di sekolah-sekolah guna mencegah munculnya klaster COVID-19.
Penyemprotan desinfektan akan dilakukan tiga kali seminggu oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).
Dia juga meminta para orangtua siswa agar turut berperan penting mencegah terjadinya klaster COVID-19 dalam kegiatan PTM, misalnya memastikan kesehatan anak sebelum pergi ke sekolah serta selalu bersedia untuk antar jemput anak sekolah.
“Agar setelah pulang dari sekolah anak langsung ke rumah, jadi risiko terpapar virus COVID-19 dari luar sekolah dapat dikurangi,” jelas Aditya.
Meskipun sudah diperbolehkan, namun tidak semua sekolah di kota Banjarbaru dapat melaksanakan PTM pada 11 Oktober nanti.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M Aswan mengungkapkan PTM ini hanya akan dilakukan oleh sekolah percontohan atau pilotting yang sudah mendapat persetujuan pemerintah kota.
“PTM akan dilaksanakan oleh seluruh SMP di kota Banjarbaru baik yang negeri maupun swasta. Untuk TK serta SD hanya 3 sekolah di setiap kecamatan,” ungkap Aswan.
Sedangkan proses pembelajaran akan dilakukan selama 120 menit atau 3 mata pelajaran untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan 60 menit untuk taman kanak-kanak (TK).