Menko Airlangga Hartarto Umumkan PPKM Luar Jawa-Bali: Banjarmasin Level 2, Banjarbaru Level 3
WARTABANJAR.COM, JAKARTA –
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto l, menyebut bahwa masih ada satu kabupaten dan kota yang tak turun level dari penerapan PPKM Level 4 per 26 September 2021.
“Kabupaten kota di level empat (PPKM) itu per 8 agustus ada 132 kabupaten kota, dan per tanggal 26 September ada 1 kabupaten dan kota,” katanya dalam konferensi pers evaluasi PPKM, Senin (27/9/2021
Airlangga juga mengungkapkan, kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali tengah mengalami perbaikan. Sehingga, pemerintah pun menurunkan level PPKM untuk sejumlah daerah
“Secara keseluruhan, luar Jawa-Bali per 26 September di level 4 assessment pada 13 Agustus ada 11 provinsi dan hampir seluruh provinsi sudah 0 (kasus). Level 3 provinsi Bangka Belitung, Kaltim, Aceh, Papua. Level 2 ada 21 provinsi, level 1 ada 1 Lampung,” katanya dalam konferensi pers, Senin (27/9/21).
Kendati demikian, ia meminta yang masih level 4 tetap diberlakukan sampai minggu depan. Adapun sejumlah daerah yang turun ke level 2 seperti Banjarmasin, Kutai Kartanegara, Tarakan hingga Bulungan tetap diberlakukan protokol kesehatan (prokes).
Di level 4 per 8 Agustus ada 132 kabupaten/kota, per 26 September ada 1 kabupaten/kota. Level 3 per 8 Agustus ada 215 kabupaten/kota, per 26 September ada 76 kabupaten/kota, level 2 dari 39 kabupaten/kota per 26 September ada 275 kabupaten/kota dan level 1 34 kabupaten/kota.
Saat ini kasus aktif nasional dari 42,769 kasus, distribusi luar jawa 62,84 persen dan dari kesembuhan nasional 95,62 persen di luar Jawa-Bali 94,96 persen, kematian nasional 3,36 persen dan Luar Jawa-Bali 3,08 persen.
Terkait Sumatera, kata Menko Perekonomian, per data 9 Agustus sampai 29 September, dibandingkan kasus kesembuhan recovery rate 94,68 persen fatality rate 3,53 persen penurunan kasus dekati 90 persen atau 89,06 persen.
Kalimantan recovery 94,78 persen, kasus meninggal 3,14 persen dan penurunan 85,92 persen kemudian Sulawesi 95,21 persen fatality rate 2,62 persen dan share nasional terkait kasus aktif 84,1 persen. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi