Dia menjelaskan kebijakan membuka pendidikkan tatap muka secara hati-hati, dengan hanya sebagian yang bisa mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Jadi hanya yang kuliah praktik, itu pun dengan pembatasan peserta kuliah yang hadir atau pergantian,” katanya.
Dia menjelaskan kuliah praktik di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin ini menjadi yang terpenting, karena pendidikan vokasi yang mengedepankan keterampilan. Kuliah di Politeknik Negeri Banjarmasin ini 60 persen itu praktik, hanya 40 persen teori.
Oleh karena praktik ini tidak bisa secara daring, sehingga harus digelar dengan penerapan protokol kesehatan ketat agar kompetensi mahasiswa tetap terjaga.
“Karena kampus kami terus berkomitmen menelurkan SDM berkualitas yang siap terjun ke dunia industri,” pungkasnya. (ant)
Editor : Hasby