Pengunjung Keluhkan Tarif Masuk Tahura Sultan Adam Naik Drastis dan Mahal, Begini Tanggapan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel

Ngerii 32 ribu

Mohon min biaya retribusi nya diturunkan @tahura.sultanadam

Dikutip dari berbagai sumber, menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan tarif tersebut sudah diatur dalam Perda Pemprov Kalsel dan itu sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu.

Saat ini, pendaftaran masuk lokasi wisata hanya bisa dilakukan secara daring atau booking online melalui situs http://bit.ly/Registrasi-Online-Tahura-SA dan jumlah pengunjung dibatasi.

“Jumlah kuota pengunjung yang disepakati adalah 500 orang per hari atau 50 persen dari daya dukung atau daya tampung,” katanya.

Selain itu, waktu kunjungan juga dibatasi, dari pukul 08.00-16.00 Wita saja, sedangkan untuk kegiatan berkemah atau menginap tidak diperkenankan.

Di waktu tertentu, pihaknya menutup Tahura dan melakukan penyemprotan desinfektan guna membersihkan tempat tersebut dari berbagai virus.

Kepala Seksi Perlindungan UPT Tahura Sultan Adam, Marvison, S.Hut menambahkan jumlah rata-rata pengunjung setelah hari pembukaan sekitar 150 orang per hari.

Katanya, selama pandemi ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Bappeda agar tidak ada restribusi dikarenakan Tahura ditutup dan sekarang sudah dibuka sebab telah mendapat izin dari pemerintah setempat serta Satgas Covid-19.

Jika ingin berkunjung, warga diwajibkan mengikuti syarat lainnya yaitu tidak boleh membawa anak yang tidak bisa memakai masker, lansia yang rentan penyakit dan tidak ada melakukan kegiatan menginap di Tahura Sultan Adam guna mencegah penularan COVID-19. (brs/berbagai sumber)

Editor: Yayu Fathilal