Macan Kalsel Bekuk Komplotan Pengganda Uang, Rp50 Juta Diganti Kertas Dibungkus Kain Kafan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Nasib naas dialami korban berinisial AD (45) warga Jalan JRS Pelaihari, Rt 03, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Banjarbaru Barat, Kota Banjarbaru.
Tergiur tawaran menggadakan uang, AD bersama isterinya menemui pelaku.
"Jadi korban ini bertemu para pelaku di sebuah tempat di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong pada 22 April 2021 lalu hingga terjadinya aksi penipuan dengan gendam," beber Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel, AKBP Andy Rahmansyah, di Banjarmasin.
Saat korban percaya dan yakin dengan tipu daya para pelaku yg mengaku sebagai Guru (orang pintar).
Selanjutnya korban bersedia membawa uang sebanyak Rp50 juta kepada pelaku untuk digandakan.
Saat ritual menggandakan uang berlangsung dan pelaku (Guru) memanfaatkan kelengahan korban, dengan mengganti uang dengan potongan kertas yang dibungkus kain kafan warna putih yang sudah disiapkan pelaku, sehingga menyerupai uang milik korban sebelumnya.

Selanjutnya pelaku menyuruh korban untuk membuka bungkusan kain kafan warna putih, yang diyakini uang yg telah digandakan tersebut pada esok harinya.
Namun, pada saat korban membuka bungkusan tersebut, alangkah terkejutnya karena uang korban yang sebelumnya berjumlah Rp50 juta berubah menjadi potongan kertas putih.
Merasa ditipu oleh pelaku selanjutnya Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tabalong guna ditindaklanjuti.
Satuan Reskrim Polres Tabalong dibackup tim 2 Unit Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel alias Macan Kalsel pimpinan AKP Gita Suhandi Achmadi melakukan penyidikan hingga berhasil mendeteksi keberadaan para pelaku.
Saat para pelaku diketahui berada di daerah Liang Anggang, Kota Banjarbaru, untuk mencari korban berikutnya.
Tanpa menunggu lama team gabungan bergerak cepat meringkus keempat pelaku.
Keempat pelaku tersebut, Mahdiyani (51) warga Haruyan, HST, berperan dan mengaku sebagai Guru spiritual.
Dalam aksinya Mahdiyani dibantu tiga orang yang bertugas mencari korban, yakni Ahmad (43) warga Desa Waringin, Kecamatan Pantai Hambawang, HST.
Sarni (62) warga Desa Barikin, Pantai Hambawang, HST. Dan Slamet Riyadi (25) warga Panggang Marak, Pantai Hambawang, HST.