WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN-Dua hari lagi, tepatnya Jumat (12/2/2021) akan ada perayaan Imlek atau Tahun Baru China.

Menjelang Imlek, biasanya warga keturunan Tionghoa akan berburu aneka aksesori khas Imlek seperti lampion, dan sebagainya.

Berbeda dengan tahun ini, dikutip dari Antara, Rabu (10/2/2021) penjualan pernak-pernik Imlek mengalami penurunan, khususnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19.

"Permintaan pernak-pernik Imlek oleh warga Tionghoa tetap ada, tetapi mengalami penurunan hingga sebesar 20 hingga 30 persen apabila dibanding tahun-tahun sebelumnya dampak pandemi COVID-19," kata Ratna, satu di antara pemilik toko pernak-pernik Imlek di kawasan Jalan Gajah Mada, Pontianak, Rabu (10/2/2021).

Dia menjelaskan perayaan Imlek tahun ini memang tidak digelar meriah seperti tahun-tahun sebelumnya tapi rumah harus tetap dihias.

Dari pantauan di lapangan, menjelang perayaan Imlek yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021, pernak-pernik Imlek banyak dijual di pasar salah satunya sepanjang Jalan Gajah Mada, Pontianak.

Toko Ratna sudah beroperasi puluhan tahun, mereka menjual berbagai pernak-pernik Imlek, seperti lampion, angpao, shio, pajangan dan masih banyak lagi.

"Kami buka toko sudah lama, barang yang dijual juga banyak, untuk pernak-pernik yang paling banyak dicari warga Tionghoa setiap tahunnya adalah shio dan lampion," ujarnya.

Karena pandemi toko Ratna menyediakan barang tidak sebanyak biasanya.

"Karena pandemi kami memasok barang hanya sedikit jadi tidak semua permintaan bisa terpenuhi," katanya.

Hal serupa juga terlihat di Toko PJ yang sudah berdiri belasan tahun.

"Biarpun permintaan pelanggan masih ada tapi tidak sebanyak biasanya," kata salah satu karyawan toko PJ, Aji.

Toko PJ tetap menjual stok baru, walaupun permintaan dari pembeli jauh berkurang dan pendapatan pada tahun ini turun.

"Penurunan pendapatan untuk tahun ini bisa mencapai 80 persen," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melarang pesta kembang api pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh untuk mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi penyebaran COVID-19.