“Kalau saat memantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel atau provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dengan luas wilayah lebih kurang 37,5 juta hektare hampir tiap hari helikopter terbang di atas Meratus. Tetapi ketika bencana banjir kali ini belum terlihat helikopter patroli di udara,” ujarnya.
Padahal warga masyarakat yang tinggal di daerah terpencil Pegunungan Meratus yang juga terdampak bencana banjir sangat membutuhkan bantuan, karena perekonomian mereka ikut pula lumpuh akibat bencana banjir, lanjutnya.
“Memang tampaknya rencana bantuan sembako dan keperluan lain buat warga yang di daerah terpencil Meratus tersebut cukup banyak, tetapi tidak bisa sampai ke tempat kejadian perkara (TKP) karena medan yang sulit terjangkau,” ungkapnya.
“Deretan mobil atau truk lebih kurang enam kilometer atau dari Kampung Baru, Kecamatan Batu Benawa sampai Burubatung Kecamatan Hantakan, HST yang membawa barang bantuan buat warga pedalaman Meratus yang terdampak bencana banjir,” demikian Muhran. (ant)
Editor: Erna Wati







